Ambon, CakraNEWS.ID– Putri daerah asal Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Indira Azis Rumalutur, kini resmi memimpin BPJS Kesehatan Cabang Ambon.
Mengawali tugasnya di Maluku, Indira menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelayanan dan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama media massa.
Komitmen tersebut disampaikan Indira dalam agenda Gathering Media dalam rangka silaturahmi dengan insan pers di Ambon, Kamis (25/06).
Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya dukungan media sebagai mitra strategis BPJS Kesehatan dalam menyebarluaskan informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat.
“Komitmen kami tentu sejalan dengan apa yang telah disampaikan oleh Ibu Deputi. Pada kesempatan ini saya lebih ingin meminta dukungan dari rekan-rekan media,” ujar Indira.
Menurutnya, media memiliki peran penting dalam membangun pemahaman masyarakat terkait hak dan kewajiban sebagai peserta JKN. Informasi yang benar dan mudah dipahami akan membantu masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan secara optimal.
Selain media, Indira juga menilai kalangan akademisi dan mahasiswa sebagai kelompok yang berperan strategis dalam mendukung sosialisasi program-program BPJS Kesehatan.
“Ada dua pihak yang menjadi bagian penting bagi kami untuk menyebarluaskan informasi yang benar kepada masyarakat, yaitu media dan mahasiswa,” katanya.
Indira bukan sosok baru di lingkungan BPJS Kesehatan. Perempuan yang lahir dari keluarga Maluku dan tumbuh besar di Makassar itu telah meniti karier di berbagai daerah sebelum akhirnya dipercaya memimpin BPJS Kesehatan Cabang Ambon.
Kembali bertugas di tanah leluhurnya, Indira mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Maluku.
Karena itu, ia berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memperluas cakupan kepesertaan JKN di wilayah tersebut.
Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan Program JKN tidak dapat dilakukan oleh BPJS Kesehatan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan sinergi dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, media, perguruan tinggi, serta masyarakat.
Menurut Indira, setiap kemitraan tentu memiliki dinamika dan tantangan. Namun, komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang baik menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
“Dalam kemitraan tentu selalu ada dinamikanya. Tetapi dengan komunikasi dan koordinasi, saya yakin kita bisa mencari solusi bersama untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Indira berharap kolaborasi yang selama ini telah terbangun dapat semakin diperkuat. Dengan demikian, informasi mengenai BPJS Kesehatan dan Program JKN dapat tersampaikan secara luas, tepat, dan dipahami secara utuh oleh masyarakat Maluku.
“Kami berharap dukungan dari seluruh mitra, terutama media, agar informasi yang benar mengenai BPJS Kesehatan dan Program JKN dapat diterima masyarakat secara utuh,” kunci Indira.***
