Ketua PIM SBB: Parade Kebaya Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Pendidikan Karakter Generasi Muda

Adventorial News

Ambon, CakraNEWS.ID– Ketua DPC Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menilai Parade Kebaya Kota Ambon yang diselenggarakan DPD PIM Maluku menjadi momentum penting dalam memperkuat pelestarian budaya sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan bangsa.

Partisipasi PIM SBB dalam kegiatan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mendukung upaya pelestarian budaya Indonesia, khususnya kebaya yang telah menjadi bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Maluku.

“Kami hadir sebagai bagian dari gerakan perempuan yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, tetapi juga simbol jati diri, nilai-nilai luhur, dan warisan budaya yang harus terus diperkenalkan kepada generasi penerus,” ujar Ketua DPC PIM SBB di sela-sela kegiatan Parade Kebaya Kota Ambon.

Ia mengatakan, pelaksanaan parade yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Kebaya Nasional memiliki makna strategis karena menjadi sarana edukasi budaya bagi anak-anak dan generasi muda.

Menurutnya, perkembangan zaman dan arus globalisasi menuntut adanya upaya yang lebih kuat dalam menjaga identitas budaya daerah. Karena itu, kegiatan-kegiatan yang mengangkat nilai budaya lokal perlu terus didorong agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak kehilangan akar budayanya.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Anak-anak dan generasi muda harus mengenal warisan leluhur mereka agar budaya Maluku tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” katanya.

Ia juga mengapresiasi DPD PIM Maluku yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai wadah mempererat persatuan perempuan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Lebih lanjut, Ketua PIM SBB berharap Parade Kebaya dapat menjadi agenda budaya yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

“Kebaya merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus terus dijaga. Dengan kolaborasi berbagai pihak, kami optimistis nilai-nilai budaya lokal akan tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *