Ambon, CakraNEWS.ID— Aparat kepolisian bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat berhasil meredam potensi konflik antarwarga Dusun Ani dan Dusun Tanah Goyang, RT 6 Pawae, melalui pertemuan koordinasi dan mediasi yang digelar pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 00.10 WIT di kawasan Pertamina Pawae itu dipimpin langsung Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, didampingi Kapolsek Huamual IPDA Salim Samsia Balami, serta dihadiri unsur pemerintah dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda dari kedua wilayah.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa forum tersebut difokuskan untuk mencari solusi damai, bukan memperdebatkan permasalahan yang ada.
Ia mengungkapkan, konflik yang kembali mencuat dipicu kesalahpahaman dan penyebaran informasi hoaks, meski sebelumnya telah ada kesepakatan penyelesaian.
“Permasalahan ini pada prinsipnya sudah selesai sebelumnya. Namun muncul kembali akibat provokasi dan lemahnya kontrol sosial,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa konflik serupa pernah terjadi sekitar empat tahun lalu dan telah diselesaikan secara tertulis, sehingga seluruh pihak diminta menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.
Sejumlah perwakilan masyarakat turut menyampaikan pandangan. Kepala Dusun Ani, La Ode Anda, menyatakan penyesalan atas insiden yang kembali terjadi dan menduga adanya pihak luar yang memicu situasi.
Sementara Kepala Dusun Tanah Goyang, La Jusmin, mengimbau warga untuk tidak saling curiga dan menyerahkan penanganan keamanan kepada aparat.
Dari unsur pemuda, diusulkan pembentukan pos pengamanan di dua titik strategis, yakni Pawae dan Ani. Usulan ini mendapat dukungan dari tokoh agama setempat yang menilai langkah tersebut penting untuk mencegah konflik lanjutan.
Ketua RT 6 Dusun Tanah Goyang, Lutfy Ranyaan, menilai konflik dipicu oleh kesalahpahaman yang berkembang tanpa kontrol, sehingga diperlukan penyelesaian cepat agar tidak meluas dan merugikan masyarakat.
Selain itu, perwakilan pemerintah Desa Lokki, F. Purimahua, mengajak seluruh pihak membuka ruang perdamaian dan menuntaskan persoalan pada malam itu, demi menjaga situasi tetap kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres memastikan akan meningkatkan pengamanan dengan menempatkan pos di dua titik rawan serta memperketat pengawasan terhadap potensi provokasi dari pihak luar.
Ia juga menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.
“Kritik masyarakat menjadi bahan evaluasi bagi kami. Namun penegakan hukum tetap dilakukan untuk menjaga keadilan dan ketertiban,” ujarnya.
Pertemuan kemudian menghasilkan komitmen bersama untuk menyelesaikan konflik secara damai dan berkelanjutan.
Seluruh pihak sepakat meningkatkan pengawasan, membatasi aktivitas yang berpotensi memicu konflik, serta mewaspadai penyebaran hoaks.
Mediasi berakhir pada pukul 02.00 WIT dalam situasi aman, tertib, dan kondusif, dengan harapan stabilitas keamanan di wilayah tersebut tetap terjaga, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri.***
