Muhammadiyah Tegas Sikapi Perang Rusia dan Ukraina

Agama

Ambon, CakraNEWS.ID– Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah buka suara terkait selisih antara Rusia dan Ukraina yang tak kunjung usai. Rusia mulai menyerang Ukraina sejak (24/2) dan masih belum berhenti hingga (3/3/2022).

PP Muhammadiyah kemudian mengeluarkan surat pernyataan nomor: 003/PER/I.0/I/2022 pada Kamis (3/3/2022). Surat itu terkait sikap mereka dalam menyikapi konflik Rusia dan Ukraina.

Muhammadiyah sangat prihatin dengan perang Rusia dan Ukraina. Sebab, perang tidak hanya menimbulkan kerusakan fasilitas publik tetapi juga memicu korban jiwa.
“Sebagian korban adalah masyarakat sipil. Peperangan bukanlah jalan keluar menyelesaikan masalah,” tulis pernyataan Muhammadiyah.

Muhammadiyah mendesak kedua belah pihak untuk melakukan gencatan senjata dan mencoba mencari solusi damai melalui meja perundingan.

Selain itu, Muhammadiyah mendesak PBB, khususnya Dewan Keamanan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri peperangan karena akan menimbulkan masalah yang kompleks baik ekonomi, politik, kemanusiaan, perdamaian global, dan masalah-masalah lainnya.

Muhammadiyah juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang telah membuat seruan agar pertempuran diakhiri.

“Akan tetapi Pemerintah Indonesia hendaknya bisa lebih aktif dan proaktif terlibat dalam penyelesaian peperangan Rusia-Ukraina dan berbagai dampak yang ditimbulkannya,” tulis Muhammadiyah.

Sedangkan kepada masyarakat, khususnya umat Islam, Muhammadiyah mengimbau agar tidak terpengaruh oleh provokasi dan propaganda kedua belah pihak yang berusaha mencari dukungan politik internasional.

“Peperangan Rusia-Ukraina bukanlah karena masalah agama. Karena itu, masyarakat dan umat Islam, hendaknya tetap menjaga kerukunan dan persatuan dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” demikian dalam pernytaan sikap tersebut.

Lebih lanjut, di era tatanan dunia baru yang menjunjung demokrasi dan perdamaian, Muhammadiyah menuturkan semestinya dibangun hubungan antar negara dan bangsa yang lebih adil, saling menghormati, dan menjauhkan tindakan hegemoni dalam bentuk apa pun.

“Karena pada dasarnya semua negara dan bangsa di muka bumi ini memiliki kesetaraan,” tekan pengurus pusat Muhammadiyah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.