Bula, CakraNEWS.ID – Tim Volleyball Putri PKM Kiandarat berhasil keluar sebagai juara pertama Festival Kampung Merdeka (FKM) 2026 setelah menundukkan Watu-Watu dalam laga final yang berlangsung sengit di Lapangan Voli Ratu Ema, Desa Angar, Kecamatan Kiandarat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Selasa (15/9/2026).
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak set pertama. Kedua tim tampil agresif dengan saling melancarkan serangan dan berusaha mengamankan setiap poin.
PKM Kiandarat sempat unggul 4-3 sebelum Watu-Watu memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan 7-7. Momentum kemudian beralih kepada Watu-Watu yang mampu membalikkan keadaan menjadi 9-7.
PKM Kiandarat tidak tinggal diam. Permainan kembali berjalan ketat hingga kedudukan 12-12. Permainan serangan melalui smash serta pertahanan lewat block yang efektif membuat PKM Kiandarat kembali unggul 16-13.
Memasuki poin-poin akhir, PKM Kiandarat mampu mempertahankan keunggulannya hingga 23-19. Watu-Watu terus berusaha mengejar, tetapi PKM Kiandarat akhirnya mengamankan set pertama dengan skor 25-21.
Memasuki set kedua, persaingan kembali berlangsung ketat. PKM Kiandarat sempat unggul 4-3 sebelum Watu-Watu menyamakan kedudukan 5-5.
Kejar-kejaran poin berlanjut hingga 7-7.
Watu-Watu kemudian mampu mengambil momentum dan memperlebar keunggulan menjadi 11-7. PKM Kiandarat berusaha memangkas jarak melalui sejumlah serangan hingga kedudukan berubah menjadi 10-12.
Watu-Watu kembali menambah poin menjadi 14-11. Namun, PKM Kiandarat menunjukkan daya juang tinggi dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 15-15.
Pertandingan semakin menegangkan pada fase akhir set. PKM Kiandarat sempat unggul 19-16 dan kemudian 21-19. Akan tetapi, Watu-Watu mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga akhirnya merebut set kedua dengan skor 25-22. Kedudukan pun berubah menjadi 1-1 dan memaksa kedua tim memainkan set ketiga sebagai penentuan.
Pada set ketiga, PKM Kiandarat langsung memberikan tekanan dan sempat unggul 5-4. Watu-Watu kemudian menyamakan kedudukan menjadi 6-6 dan kembali membuat pertandingan berlangsung ketat.

Watu-Watu sempat unggul 8-7 setelah kedudukan sebelumnya 7-7. Bahkan, mereka mampu memperlebar jarak menjadi 12-8.
Dalam situasi tertinggal, PKM Kiandarat menunjukkan mental juara. Perlahan mereka memangkas ketertinggalan hingga skor menjadi 13-12, sebelum kembali terjadi kedudukan imbang 15-15.
Memasuki fase krusial, kedua tim terus bertukar serangan. Watu-Watu kembali unggul 19-18, tetapi PKM Kiandarat mampu menyamakan kedudukan menjadi 19-19.
Persaingan semakin ketat menjelang akhir pertandingan. PKM Kiandarat berhasil unggul 22-20 dan terus mempertahankan tekanan hingga akhirnya menutup set ketiga dengan kemenangan 25-22.
Kemenangan tersebut memastikan PKM Kiandarat keluar sebagai juara pertama Festival Kampung Merdeka (FKM) 2026.
Usai pertandingan, kemenangan tersebut disambut meriah oleh para pemain PKM Kiandarat bersama keluarga besar Puskesmas Kilga.
Mereka melakukan konvoi menggunakan kendaraan roda dua melalui ruas Jalan Lintas Seram dengan rute yang telah ditetapkan. Konvoi tersebut menjadi bagian dari perayaan kemenangan sekaligus bentuk kebanggaan terhadap institusi. Rombongan kemudian menuju bangunan Puskesmas yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
Manajer PKM Kiandarat, Rifai Kella, kepada CakraNEWS.ID usai pertandingan mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh tim.
“Ini bagian dari kerja keras yang luar biasa. Kemenangan ini adalah hadiah untuk semua yang ada di Puskesmas Kilga,” ujar Rifai.
Menurutnya, keberhasilan PKM Kiandarat menjadi juara juga merupakan sebuah kontribusi positif dalam bidang olahraga, khususnya bagi lingkungan Puskesmas Kilga.
Rifai menegaskan, perjalanan tim menuju gelar juara tidak mudah. PKM Kiandarat harus melalui persaingan sejak babak awal hingga akhirnya mampu mencapai partai puncak.
“Hari ini kami tunjukkan bahwa walaupun dari awal kami berada di peringkat tiga dan masuk play-off, tetapi faktanya semangat kami tetap kuat dan akhirnya kami menjadi juara,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Puskesmas yang telah memberikan dukungan kepada tim sehingga dapat tampil dan berkompetisi hingga mencapai partai final.
“Terima kasih kepada Ibu Kapus yang sudah mendukung kami dan memberikan kesempatan emas kepada kami untuk berada di pertandingan ini,” tuturnya.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi penutup manis perjalanan PKM Kiandarat dalam ajang FKM 2026, setelah melalui pertandingan panjang dengan persaingan ketat hingga partai final.***CNI-01/Baim Abdullah Rumadaul

