Kakanwil : Salam dan Solidaritas Sosial Dibalik Idul Qurban

Agama

Maluku,CakraNEWS.ID- Dari Idul Adha 1440 H/2019 M, kita semua belajar tentang kesetaraan manusia di hadapan Allah, tanpa memandang jabatan, status sosial, latar belakang pendidikan, suku, bangsa, serta kelas ekonomi.

“Ibadah kurban memberikan pesan moral kepada umat, terkhusus bagi masyarakat Maluku, tentang pentingnya solidaritas, rasa empati terhadap orang lain, serta membuang rasa ego demi hidup bersama sebagai orang ‘ Basudara’,” demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, Fesal Musaad, S.Pd, M.Pd, kepada sejumlah wartawan di Gedung Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Rabu (6/8/2019).

Menurut Kakanwil, umat Islam memahami nilai Idul Adha, tidak hanya sebatas pada ritual ibadah, tetapi ajaran agama menuntun umat memaknai nilai-nilai dalam kehidupan sosial. Tangungjawab untuk memperhatikan nasib sesama manusia, menyantuni orang-orang lemah, fakir miskin, yatim piatu, para manula, dan mereka yang membutuhkan.

“Itu semua merupakan tanggung jawab kita, seluruh elemen masyarakat, dan sprit kepedulian sosial ini sangat kental dalam Idul Adha,” tutur Fesal Musaad.

Kakanwil menjelaskan, sikap dan cara pandang ini menjadi tanggung jawab bersama. Solidaritas dalam Idul Adha akan tercermin setelah kita merayakan kegembiraan dan kemenangan dengan takbir, tahlil, dan tahmid. Masyarakat pun harus menengok saudara-saudarai yang masih hidup dalam garis kemiskinan.

“Kepada mereka, kita ulurkan tangan. Untuk mereka, kita hentikan gaya hidup yang berlebihan. Marilah kita berbagi dan empati dalam kerangka solidaritas sosial, bahu membahu mewujudkan masyarakat yang mapan dan sejahtera di Maluku,” jela Fesal Musaad.

Kemudian pesan lain Dari Idul Adha yang bisa dipetik bagi umat Islam di Maluku adalah menyebarkan salam. Salam merupakan pesan yang bernilai kemanusiaan saling menyapa mengandung arti perdamaian dan kesejateraan. Karena mengandung arti perdamian. Olehnya itu ucapan salam kebaikan harus disebarluaskan, baik melalui media sosial maupun lingkungan tempat tinggal.

Islam sebagai agama yang membawa rahmat untuk semesta alam (rahmatan lil alamin), menyerukan umatnya untuk menebarkan perdamaian dan saling mencintai antar sesama manusia. Dan Solidaritas adalah modal utama untuk mewujudkan hidup rukun, aman, tentram dan dami di Maluku, ini harus dipahami dan di implemen tasikan di negeri yang kita cintai ini.

“Satu Negeri yang berkeadaban adalah umatnya yang selalu memperhatikan nasib masyarakat sekitarnya,” kata Fesal Musaad.

Selian itu, menjelang Idul Adha yang dijadwalkan akan berlangsung pada 10 Zulhijah 1440 Hijriah, atau Minggu 11 Agustus mendatang Kakanwil juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di Provinsi Maluku terkhusus kepada 1272 Calon Jemaah Haji (JCH) Maluku yang melaksanakan wukuf di Arafah, agar senantiasa meminta dan mendoakan negeri ini agar terhindar dari bala atau mencana, mendoakan agar masyarakat Maluku terus hidup bersama dalam kedamaian,” harap Fesal Musaad.

Dan untuk diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Agama RI, telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1440 Hijriah, jatuh pada Minggu (11/8/2019) yang akan datang.

Penetapan ini sesuai pada hasil sidang isbat penetapan awal bulan Zulhijah 1440 Hijriah/2019 Masehi di Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (1/8/2019). Dengan demikian, maka 10 Zulhijah Idul Adha jatuh pada Ahad, 11 Agustus 2019 mendatang. (CNI/ASA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *